Kamis, 11 Oktober 2012

Yo yo yo
hujan mengguyur, hati merisau
Yo yo yo
hati merisau, kalut, nan galau
Yo yo yo

apa ini?
yo yo yo
kata siapa ni?
yo yo yo
bagaimana ini?
yo yo yo

karena hidup akan terus berlanjut
setiap ucap da butkti dan harus terbukti
yo yo yo

Kamis, 02 Agustus 2012

Dan Nikmat TUHANmu Manakah yang Kamu Dustakan ? (Bagian 1 dari 2 Bagian)

     Percakapan dengan Bapak-Ibu siang-siang di ruang keluarga tentang rumah yang perlu direnovasi (bayangkan, rumah Mbah Yi ini berdiri sejak Bapak kecil. FYI, usia Bapak sudah kepala lima sekarang). Dari bentuk-bentuk rumah...sampai arsitek. Mengingatkan saya pada setahun yang lalu. Yup, diterima di PTS swasta di Surakarta dengan jurusan Teknik Arsitektur. " Ah, kalau swasta buat apa? Kalau di Jepang...nah itu !" seru Bapak. Ha..ha...tuh, jadi ingat yang lain juga. Dulu, saya nyaris ikut ujian beasiswa kuliah ke Jepang dengan jurusan Arsitektur juga. Berkas berisi nilai raport saya lolos, kemudian mendapat panggilan Kedubes Jepang untuk mengikuti ujian tulis, tapi gagal karena di hari yang sama, saya harus verifikasi data diri di Unnes (SNMPTN Tulis diterima di FMIPA Unnes, euy). Hmmm, andai verifikasinya bukan hari itu.....Husss, malah berandai-andai! Obrolan tentang kuliah di Jepang membawa ingatan ke hal lain pula, tentang rekan Bapak yang kebetulan putra beliau juga teman saya sejak TK hingga SMP bahwa sekarang teman saya itu kuliah di Jerman. Ceritapun berlanjut lagi. Teman saya itu dulu ingin melanjutkan SMA di  Magelang, boarding school yang semi-militer itu. Supaya tak bingung, flasback sekalian laah =)
     Awalnya begini. Ada 3 teman saya yang ingin melanjutkan ke sana. Sebut saja A, B, dan C. Urutan dari yang terpandai adalah A, kemudian B, dan yang terbodoh dari ketiganya C (sebagai gambaran : B memiliki kepandaian sedikit di bawah saya, well..setidaknya nilai-nilai raport SMP berkata begitu). Nah, tes di sana meliputi 3 tahap : nilai raport, tes tulis, dan wawancara. A tidak lolos di ujian tulis, sedangkan B sampai tahap wawancara saja, sedangkan C yang akhirnya diterima (Whaatttt??? iya, teman-2teman seangkatan di SMP juga heran semua). Di sinilah kuasa Allah, skenario-Nya yang luar biasa dimulai.
     Si A, mendaftar ke salah satu SMA terbaik di Semarang. Di sana ia termasuk siswa yang mengikuti program akselerasi. Tentu karena kecerdasannya (kuasa Allah pula), dia bisa menyelesaikan 2 tahun SMAnya dengan baik dan mampu mencapai cita-citanya. Yup, menjadi dokter. Sekarang dia sedang menempuh tingkat 3 di prodi Pendidikan Dokter di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Semarang. Subhanallah, Fabia ayyi alla i rabbikuma tukadzdziban? =)
     Si B, berhubung di sampai tahap wawancara, oleh boarding school yang menolaknya itu dia direkomendasikan ke boarding school di Semarang. Sebuah boarding school swasta yang bekerja sama dengan pemerintah Turki. Subhanallah, di sana prestasinya justru  meroket dibanding saat SMP, bahkan tak hanya sekali ia mengikuti perlombaan tingkat internasional. Kini ia belajar Teknik di sebuah studienkolleg di Jerman sana. Akankah ia begitu seandainya ia "memaksa" masuk sekolah semi-militer itu..? Wallahu 'alam. yang jelas : Fa bi ayyi ala i rabbikuma tukadzdziban? =))
     Bagaimana dengan Si C? Sekilas mendengar kabar tentangnya, kini ia melanjutkan kuliah di sebuah PTN di Solo. Ya??? Dia 'kan lulusan SMA yang T-O-P B-G-T, bahkan lebih top dibanding SMA A dan B...Maaf, bukan bermaksud mengecilkan, tapi dibandingkan dengan 2 teman saya sebelumnya, seharusnya bisa "lebih" dunk.... Well, tapi balik ke masing-masing orang juga kan =)
ada yang bilang yang terpenting bukan kamu belajar (kuliah) dimana, tetapi bagaimana kamu menerapkan ilmu yang diperoleh demi kemaslahatan umat. :) PTN,,, bagaimanapun tetap bagus kualitasnya. Fa bi ayyi ala i rabbikuma tukadzdziban?
     Lalu bagaimana dengan saya ? (to be continued)

Sabtu, 21 Juli 2012

19 Tanda Gagal Puasa Ramadhan

Salah satu materi liqo saya 3 tahun yang lalu :D
  1. Kurang melakukan persiapan di bulan Sya'ban.
  2. Gampang mengulur-ulur shalat fardhu
  3. Malas melakukan ibadah mahdah (langsung kepada Allah SWT)
  4. Kikir dan rakus terhadap harta benda
  5. Malas membaca Al Quran (Ayo, ditarget minimal khatam sekali)
  6. Mudah mengumbar amarah
  7. Gemar bicara sia-sia dan dusta (bercanda juga harus tetap menjunjung kejujuran, loo)
  8. Memutuskan hubungan silaturrahim
  9. Menyia-nyiakan waktu
  10. Labil dalam menjalani hidup
  11. Tak bersemangat dalam menyiarkan Islam
  12. Khianat dalam melaksanakan amanah (misalnya :jangan sampai puasa sebagai alasan berangkat rapat yaa)
  13. Rendah motivasi untuk hidup berjamaah
  14. Tinggi ketergantungannya terhadap makhluk
  15. Malas membela dan menegakkan kebenaran
  16. Tidak mencintai kaum dhuafa
  17. Salah dalam memaknai akhir Ramadhan 
  18. Sibuk mempersiapkan Idul fitri. (Murabbiyah saya yang sekarang mengumpamakan Ramadhan seperti tamu. Masak iya , tamu belum pulang , tapi sudah bersih-bersih rumah ? Persiapan Ramadan salah satunya dengan bersih2-beres2 rumah. Jadi , saat Ramadhan tetap fokus pada ibadah).
  19. Idul Fitri dianggap sebagai hari kebebasan

#semoga kita terhindar dari yang tersebut di atas, Aamiin

Phoenix

     Eniwei, jaman-jaman masih sekolah SD adalah saat-saat terajin saya mengunjungi perpustakaan sepulang sekolah (seingat saya pulang sekolah pukul 13.00). Pulang sekolah langsung menuju perpustakaan umum di kabupaten saya : Blora...terus di sana sampai perpustakaannya tutup, he..he.... Berhubung masih SD, ada dua ruang favorit saya yaitu ruang remaja dan ruang referensi. Sesuatu yang mearik akan saya catat di buku.
Nah, kali ini saya share yang pernah saya dapat dari ruang tersebut. Tepatnya dari Oxford Ensiklopedia Pelajar "6" (saya kutip tanpa perubahan sama sekali) :

PHOENIX  
    Phoenix adalah burung magis dalam kepercayaan Arab. Hanya ada satu dan ia tidak pernah bertelur atau menetaskan anak. Pada akhir hidupnya, ia mengumpulkan ranting-ranting dari pohon yang berbau wangi dan membuat perapian. Jika api telah siap, ia akan duduk di atas sarangnya itu. Ia mengepakkan sayap-sayang hingga ranting-ranting tersebut menyala dan kemudian masih duduk, bernyanyi nyanyian pemakaman, sampai ia dan sarangnya menjadi setumpukan abu. Tumpukan abu tetap berasap di bawah sinar matahari, dan asap berangsur-angsur membentuk kepala, sayap, cakar, badan, paruh, dan ekor. Phoenix baru telah muncul dari abunya sendiri. 

###

Seperti apa burung phoenix itu ? No one knows....benarkah bentuknya seperti pada film Harry Potter ? Berikut beberapa yang saya temukan dari googling :




Jumat, 20 Juli 2012

Sekilas tentang Theobroma

     THEOBROMA . Begitulah bangsa Aztec menyebut makanan dari buah kakao ini. Yup, coklat !
Bagi bangsa Maya, Aztec, dan Toltec , coklat tak sekedar makanan tetapi juga hadiah, salah satu material untuk upacara keagamaan, bahkan mata uang. Konon, coklat adalah simbol status penting pada masa itu.
     Saat ini dikenal dua jenis coklat, yaitu dark chocolate dan white chocolate. Olahan dari kedua jenis coklat inilah yang menghasilkan minuman coklat dan coklat batangan dengan berbagai rasa dan isi.
     FYI, sebenarnya coklat ga bikin gemuk loo, tapi kandungan gula de el el saat dia diolah...nah, itu yang bisa bikin badan melar. Kalau yang hobi masak pasti tahu coklat itu rasanya pahit, hampir-hampir seperti kopi. Berikut adalah sedikit dari manfaat coklat :


  1. Kandungan flavonoid dalam coklat merupakan antioksidan yang berguna untuk menyehatkan jantung dan mencegah kolesterol jahat (LDL)
  2. Jenis dark chocolate memiliki lebih banyak kandungan flavonoid dibanding jenis white chocolate.
  3. Coklat dapat membangkitkan rasa senang dan positif. Cocok dikonsumsi pas bad mood yaah :D
  4. Coklat murni memiliki kandungan lemak yang rendah.
Ada yang lain?


Rabu, 18 Juli 2012

jika ia adalah CINTA


Jika ia sebuah cinta
Ia tak mendengar namun senantiasa bergetar..
Ia tak buta namun senantiasa melihat dan merasa..
Ia tak menyiksa namun senantiasa menguji..
Ia tak memaksa namun senantiasa berusaha..
Ia tak cantik namun senantiasa menarik..
Ia tak datang dengan kata-kata namun senantiasa menghampiri dengan hati
Ia tak terucap dengan kata namun senantiasa hadir dengan sinar mata..
Ia tak hanya berjanji namun senantiasa menc0ba memenangi..
Ia mungkin tak suci namun senantiasa tulus..
Ia tak hadir karna permintaan namun hadir karna KETENTUAN..
Ia tak hadir dengan kekayaan dan kebendaan namun hadir karna PENG0RBANAN dan KESETIAAN..


postingan teman...katanya juga co-past dari manaaaaa gitu,
SO, it is ANONYM
:D
but nice posting

Kamis, 15 Maret 2012

Pasta Bayam Telur

    Hari Kamis semester ini, jadwal kuliah dimulai jam 9 pagi. Berhubung perut belum juga kenyang dengan susu + alpukat, tengok-tengok kulkas...tadaaaa! petikan bayam (bayam yang sudah bersih dan siap diolah, maksunya :D) kemarin masih. Bosen juga masak bayam dengan resep yang sama. Apalagi  ga punya persediaan kunci (semacam temu, umbi..bukan kunci motor lo ya). Di-oseng-oseng mantep tuh! biasanya kan yang dipakai kangkung. Tapi tetep harus ada yang beda...cling! saya masih males makan nasi. Nyelip-nyelipnya itu loo. Masih ada pasta, bisa jadi penganti nasi. Hm..hm..hm...agar ada proteinnya, tambah telur saja!
    These are the steps to make it :
part 1
ambil pasta secukupnya, rebus. Selagi menunggu pasta matang, bisa mengerjakan part yang lain, ya kan..?
part 2
Goreng telur dengan minyak sesedikit mungkin dan sedikit garam. Buat orak-arik. 
part 3
1. ambil 2 siung bawang merah, 1 siung bawang putih (bagian ini sesuai selera, kalau saya sih, sedep banyakan bawang putihnya). Iris tipis.
2. Ambil sebuah tomat matang, iris.
3. Ambil cabe (bagian ini juga sesuai selera).Iris.
4. Panaskan 2 sendok minyak goreng. Kemudian dimasukkan bahan no 1...tunggu hingga berbau harum...dimasukkan bahan 2 dan 3 bersama. 
5.Ditambahkan air secukupnya, tunggu hingga mendidih. Tambahkan kecap, garam dan gula secukupnya.
6. Dimasukkan bayam, aduk-aduk hingga layu.
7. Dimasukkan telur orak-arik.
8. Sekiranya bayam telah layu dan tangkainya cukup lunak, angkat. 
9. Setelah diangkat ke piring, diletakkan spageti di pinggir (atau di manalah...mangga kersa) 

Kesimpulan :
Bahan  : pasta, telur, bayam, bawang merah, bawang putih, tomat, cabe, kecap....
lhooooo, katanya oseng-oseng?
mana laosnya..?? 
iya. Ga pake laos. Namanya juga eksperimen... :D
o ya, masih ingat kan...gula dipakai sebagai pengganti penyedap en penguat rasa. Lagi pula, sudah ditambahkan kecap. Kecap juga penyedap....

le petite ^.^