Kamis, 02 Agustus 2012

Dan Nikmat TUHANmu Manakah yang Kamu Dustakan ? (Bagian 1 dari 2 Bagian)

     Percakapan dengan Bapak-Ibu siang-siang di ruang keluarga tentang rumah yang perlu direnovasi (bayangkan, rumah Mbah Yi ini berdiri sejak Bapak kecil. FYI, usia Bapak sudah kepala lima sekarang). Dari bentuk-bentuk rumah...sampai arsitek. Mengingatkan saya pada setahun yang lalu. Yup, diterima di PTS swasta di Surakarta dengan jurusan Teknik Arsitektur. " Ah, kalau swasta buat apa? Kalau di Jepang...nah itu !" seru Bapak. Ha..ha...tuh, jadi ingat yang lain juga. Dulu, saya nyaris ikut ujian beasiswa kuliah ke Jepang dengan jurusan Arsitektur juga. Berkas berisi nilai raport saya lolos, kemudian mendapat panggilan Kedubes Jepang untuk mengikuti ujian tulis, tapi gagal karena di hari yang sama, saya harus verifikasi data diri di Unnes (SNMPTN Tulis diterima di FMIPA Unnes, euy). Hmmm, andai verifikasinya bukan hari itu.....Husss, malah berandai-andai! Obrolan tentang kuliah di Jepang membawa ingatan ke hal lain pula, tentang rekan Bapak yang kebetulan putra beliau juga teman saya sejak TK hingga SMP bahwa sekarang teman saya itu kuliah di Jerman. Ceritapun berlanjut lagi. Teman saya itu dulu ingin melanjutkan SMA di  Magelang, boarding school yang semi-militer itu. Supaya tak bingung, flasback sekalian laah =)
     Awalnya begini. Ada 3 teman saya yang ingin melanjutkan ke sana. Sebut saja A, B, dan C. Urutan dari yang terpandai adalah A, kemudian B, dan yang terbodoh dari ketiganya C (sebagai gambaran : B memiliki kepandaian sedikit di bawah saya, well..setidaknya nilai-nilai raport SMP berkata begitu). Nah, tes di sana meliputi 3 tahap : nilai raport, tes tulis, dan wawancara. A tidak lolos di ujian tulis, sedangkan B sampai tahap wawancara saja, sedangkan C yang akhirnya diterima (Whaatttt??? iya, teman-2teman seangkatan di SMP juga heran semua). Di sinilah kuasa Allah, skenario-Nya yang luar biasa dimulai.
     Si A, mendaftar ke salah satu SMA terbaik di Semarang. Di sana ia termasuk siswa yang mengikuti program akselerasi. Tentu karena kecerdasannya (kuasa Allah pula), dia bisa menyelesaikan 2 tahun SMAnya dengan baik dan mampu mencapai cita-citanya. Yup, menjadi dokter. Sekarang dia sedang menempuh tingkat 3 di prodi Pendidikan Dokter di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Semarang. Subhanallah, Fabia ayyi alla i rabbikuma tukadzdziban? =)
     Si B, berhubung di sampai tahap wawancara, oleh boarding school yang menolaknya itu dia direkomendasikan ke boarding school di Semarang. Sebuah boarding school swasta yang bekerja sama dengan pemerintah Turki. Subhanallah, di sana prestasinya justru  meroket dibanding saat SMP, bahkan tak hanya sekali ia mengikuti perlombaan tingkat internasional. Kini ia belajar Teknik di sebuah studienkolleg di Jerman sana. Akankah ia begitu seandainya ia "memaksa" masuk sekolah semi-militer itu..? Wallahu 'alam. yang jelas : Fa bi ayyi ala i rabbikuma tukadzdziban? =))
     Bagaimana dengan Si C? Sekilas mendengar kabar tentangnya, kini ia melanjutkan kuliah di sebuah PTN di Solo. Ya??? Dia 'kan lulusan SMA yang T-O-P B-G-T, bahkan lebih top dibanding SMA A dan B...Maaf, bukan bermaksud mengecilkan, tapi dibandingkan dengan 2 teman saya sebelumnya, seharusnya bisa "lebih" dunk.... Well, tapi balik ke masing-masing orang juga kan =)
ada yang bilang yang terpenting bukan kamu belajar (kuliah) dimana, tetapi bagaimana kamu menerapkan ilmu yang diperoleh demi kemaslahatan umat. :) PTN,,, bagaimanapun tetap bagus kualitasnya. Fa bi ayyi ala i rabbikuma tukadzdziban?
     Lalu bagaimana dengan saya ? (to be continued)

Sabtu, 21 Juli 2012

19 Tanda Gagal Puasa Ramadhan

Salah satu materi liqo saya 3 tahun yang lalu :D
  1. Kurang melakukan persiapan di bulan Sya'ban.
  2. Gampang mengulur-ulur shalat fardhu
  3. Malas melakukan ibadah mahdah (langsung kepada Allah SWT)
  4. Kikir dan rakus terhadap harta benda
  5. Malas membaca Al Quran (Ayo, ditarget minimal khatam sekali)
  6. Mudah mengumbar amarah
  7. Gemar bicara sia-sia dan dusta (bercanda juga harus tetap menjunjung kejujuran, loo)
  8. Memutuskan hubungan silaturrahim
  9. Menyia-nyiakan waktu
  10. Labil dalam menjalani hidup
  11. Tak bersemangat dalam menyiarkan Islam
  12. Khianat dalam melaksanakan amanah (misalnya :jangan sampai puasa sebagai alasan berangkat rapat yaa)
  13. Rendah motivasi untuk hidup berjamaah
  14. Tinggi ketergantungannya terhadap makhluk
  15. Malas membela dan menegakkan kebenaran
  16. Tidak mencintai kaum dhuafa
  17. Salah dalam memaknai akhir Ramadhan 
  18. Sibuk mempersiapkan Idul fitri. (Murabbiyah saya yang sekarang mengumpamakan Ramadhan seperti tamu. Masak iya , tamu belum pulang , tapi sudah bersih-bersih rumah ? Persiapan Ramadan salah satunya dengan bersih2-beres2 rumah. Jadi , saat Ramadhan tetap fokus pada ibadah).
  19. Idul Fitri dianggap sebagai hari kebebasan

#semoga kita terhindar dari yang tersebut di atas, Aamiin

Phoenix

     Eniwei, jaman-jaman masih sekolah SD adalah saat-saat terajin saya mengunjungi perpustakaan sepulang sekolah (seingat saya pulang sekolah pukul 13.00). Pulang sekolah langsung menuju perpustakaan umum di kabupaten saya : Blora...terus di sana sampai perpustakaannya tutup, he..he.... Berhubung masih SD, ada dua ruang favorit saya yaitu ruang remaja dan ruang referensi. Sesuatu yang mearik akan saya catat di buku.
Nah, kali ini saya share yang pernah saya dapat dari ruang tersebut. Tepatnya dari Oxford Ensiklopedia Pelajar "6" (saya kutip tanpa perubahan sama sekali) :

PHOENIX  
    Phoenix adalah burung magis dalam kepercayaan Arab. Hanya ada satu dan ia tidak pernah bertelur atau menetaskan anak. Pada akhir hidupnya, ia mengumpulkan ranting-ranting dari pohon yang berbau wangi dan membuat perapian. Jika api telah siap, ia akan duduk di atas sarangnya itu. Ia mengepakkan sayap-sayang hingga ranting-ranting tersebut menyala dan kemudian masih duduk, bernyanyi nyanyian pemakaman, sampai ia dan sarangnya menjadi setumpukan abu. Tumpukan abu tetap berasap di bawah sinar matahari, dan asap berangsur-angsur membentuk kepala, sayap, cakar, badan, paruh, dan ekor. Phoenix baru telah muncul dari abunya sendiri. 

###

Seperti apa burung phoenix itu ? No one knows....benarkah bentuknya seperti pada film Harry Potter ? Berikut beberapa yang saya temukan dari googling :




Jumat, 20 Juli 2012

Sekilas tentang Theobroma

     THEOBROMA . Begitulah bangsa Aztec menyebut makanan dari buah kakao ini. Yup, coklat !
Bagi bangsa Maya, Aztec, dan Toltec , coklat tak sekedar makanan tetapi juga hadiah, salah satu material untuk upacara keagamaan, bahkan mata uang. Konon, coklat adalah simbol status penting pada masa itu.
     Saat ini dikenal dua jenis coklat, yaitu dark chocolate dan white chocolate. Olahan dari kedua jenis coklat inilah yang menghasilkan minuman coklat dan coklat batangan dengan berbagai rasa dan isi.
     FYI, sebenarnya coklat ga bikin gemuk loo, tapi kandungan gula de el el saat dia diolah...nah, itu yang bisa bikin badan melar. Kalau yang hobi masak pasti tahu coklat itu rasanya pahit, hampir-hampir seperti kopi. Berikut adalah sedikit dari manfaat coklat :


  1. Kandungan flavonoid dalam coklat merupakan antioksidan yang berguna untuk menyehatkan jantung dan mencegah kolesterol jahat (LDL)
  2. Jenis dark chocolate memiliki lebih banyak kandungan flavonoid dibanding jenis white chocolate.
  3. Coklat dapat membangkitkan rasa senang dan positif. Cocok dikonsumsi pas bad mood yaah :D
  4. Coklat murni memiliki kandungan lemak yang rendah.
Ada yang lain?


Rabu, 18 Juli 2012

jika ia adalah CINTA


Jika ia sebuah cinta
Ia tak mendengar namun senantiasa bergetar..
Ia tak buta namun senantiasa melihat dan merasa..
Ia tak menyiksa namun senantiasa menguji..
Ia tak memaksa namun senantiasa berusaha..
Ia tak cantik namun senantiasa menarik..
Ia tak datang dengan kata-kata namun senantiasa menghampiri dengan hati
Ia tak terucap dengan kata namun senantiasa hadir dengan sinar mata..
Ia tak hanya berjanji namun senantiasa menc0ba memenangi..
Ia mungkin tak suci namun senantiasa tulus..
Ia tak hadir karna permintaan namun hadir karna KETENTUAN..
Ia tak hadir dengan kekayaan dan kebendaan namun hadir karna PENG0RBANAN dan KESETIAAN..


postingan teman...katanya juga co-past dari manaaaaa gitu,
SO, it is ANONYM
:D
but nice posting

Kamis, 15 Maret 2012

Pasta Bayam Telur

    Hari Kamis semester ini, jadwal kuliah dimulai jam 9 pagi. Berhubung perut belum juga kenyang dengan susu + alpukat, tengok-tengok kulkas...tadaaaa! petikan bayam (bayam yang sudah bersih dan siap diolah, maksunya :D) kemarin masih. Bosen juga masak bayam dengan resep yang sama. Apalagi  ga punya persediaan kunci (semacam temu, umbi..bukan kunci motor lo ya). Di-oseng-oseng mantep tuh! biasanya kan yang dipakai kangkung. Tapi tetep harus ada yang beda...cling! saya masih males makan nasi. Nyelip-nyelipnya itu loo. Masih ada pasta, bisa jadi penganti nasi. Hm..hm..hm...agar ada proteinnya, tambah telur saja!
    These are the steps to make it :
part 1
ambil pasta secukupnya, rebus. Selagi menunggu pasta matang, bisa mengerjakan part yang lain, ya kan..?
part 2
Goreng telur dengan minyak sesedikit mungkin dan sedikit garam. Buat orak-arik. 
part 3
1. ambil 2 siung bawang merah, 1 siung bawang putih (bagian ini sesuai selera, kalau saya sih, sedep banyakan bawang putihnya). Iris tipis.
2. Ambil sebuah tomat matang, iris.
3. Ambil cabe (bagian ini juga sesuai selera).Iris.
4. Panaskan 2 sendok minyak goreng. Kemudian dimasukkan bahan no 1...tunggu hingga berbau harum...dimasukkan bahan 2 dan 3 bersama. 
5.Ditambahkan air secukupnya, tunggu hingga mendidih. Tambahkan kecap, garam dan gula secukupnya.
6. Dimasukkan bayam, aduk-aduk hingga layu.
7. Dimasukkan telur orak-arik.
8. Sekiranya bayam telah layu dan tangkainya cukup lunak, angkat. 
9. Setelah diangkat ke piring, diletakkan spageti di pinggir (atau di manalah...mangga kersa) 

Kesimpulan :
Bahan  : pasta, telur, bayam, bawang merah, bawang putih, tomat, cabe, kecap....
lhooooo, katanya oseng-oseng?
mana laosnya..?? 
iya. Ga pake laos. Namanya juga eksperimen... :D
o ya, masih ingat kan...gula dipakai sebagai pengganti penyedap en penguat rasa. Lagi pula, sudah ditambahkan kecap. Kecap juga penyedap....

le petite ^.^


Senin, 20 Februari 2012

Resume of Menuju Kemenangan Dakwah Kampus

BAB 1. Mukadimah Kemenangan
A. Sejarah Kita ; Telaah Kembali Kita
     Kampus sebagai wahana Dakwah Islam. Terbukti saat lampau, peradaban terbangun dari sini.
1. Musuh Kita Hari Ini Hakikatnya adalah Sebuah Tata Nilai.
    Yaitu tata nilai neokapitalisme-neoliberalisme. Penanggulangannya dengan menyiapkan kader berkualitas, jamaah kuat dan solid, pemanfaatan potensi & manajememen kerja cerdas-profesional.
2. Musuh Kita Hari Ini Sesungguhnya adalah Diri Kita Sendiri
    Yaitu  sikap "tidak mau dewasa". Penting untuk membangun sikap dewasa. Dewasa di individu, mengkultur, kemudian terstruktur. 
Kemenangan dakwah kampus menuntut adanya pembaharuan yang cerdas dan paripurna.

B. Pembaharuan Dakwah Kampus ; Sebuah renovasi Cerdas Paripurna
    Pembaharuan adalah proses penyesuaian diri dengan realitas zaman agar kemudian langkah menjadi pasti di kemudian hari. Perubahan/ Pembaharuan adalah jalan penuntas mimpi. Penuntas mimpi adalah pelaku perubahan yang hidup dalam optimisme dan keyakinan. 
    Q.S Ar Ra'd : 11, hakikat pembaharuan adalah pembaharuan tidak akan tercapai manakala kita belum berhasil melakukan perbaikan di internal diri. Jadi menjadi DK dewasa adalah satu-satunya jalan menuju proyek pembaruan DK cerdas-paripurna.
    Perbaikan internal termanifestasikan dalam back to ashalah, menghapus trauma persepsi, berkomitmen terhadap sikap terbaik. Dilanjutkan dengan : membuka kran komunikasi yang lebih baik, lebih sehat, dan membuka ruang bagi kemunculan alternatif kepemimpinan baru DK yang cerdas-paripurna.
     4 bentuk kekuatan jiwa (Imam Syahid) :
1. Tekad baja yang tak pernah melemah
2. Kesetiaan yang teguh
3. Pengorbanan besar
4. Mengenali, mengimani, dan menghargai prinsip yang dapat menghindarkan diri dari kesalahan, penyimpangan, sikap tawar-menawar dalam masalah prinsipil, dan tertipu dengan prinsip lain. 
     4 Rukun Proyek Pembaruan DK :
1. Iman yang kuat dan mendalam
2. Keikhlasan dalam perjuangan
3. Semangat yang menggelora
4. Kesiapan amal dan pengorbanan
     6 Kerangka proyek pembaruan DK :
1. Dakwah prestatif
2. Creative Majority 
3. Dakwah Kaya
4. Ketokohan Sosial
5. Kepemimpinan Sejati
6. Maksimilisasi Peran Mujahidah DK
     Bekal untuk menjalankan proyek (10 Rukun Bai'ah) :
1. pemahaman / al fahm
2. keihklasan / al ikhlas
3. aktivitas / al amal
4. kesungguhan / al jihad
5. pengorbanan / at tadhiyah
6. ketaatan / at tha'ah
7. keteguhan / ats tsabat
8. totalitas / at tajarrud
9. persaudaraan / al ukhuwah
10. kepercayaan / ats tsaqiyah
dilanjutkan pemahaman 3 fikih (ahkam, dakwah, amal jama'iy), dan 2 ma'rifat (maydan, rijal). ke-limabelas item tersebut akan melahirkan ADk berkualifikasi mimpi.

C. Kita Hari Ini; Telaah Kritis DK Kontemporer Realita DK Saat Ini :
1. Rata-rata DK telah memasuki arena dan terlibat dalam membangun negara
2. Semakin berkembang dan mutakhir
3. Qadhiyah semakin rumit dan berkembang
Qadhiyah Utama :
1. Redupnya cahaya dakwah dan tarbiyah
2. Hilangnya kontribusi / nilai kontribusi
3. Terjebak pada seremonial
4. Disorientasi
5. Trauma persepsi

D. Kemenangan DK; Cita-Cita Kita
     Mulai dari yang terkecil, dari diri sendiri, dari sekarang.

BAB 2. Perbaikan Internal Dakwah Kampus 
Hal ini adalah tahap pertama. Perbaikan ini terbagi atas 2 tahap
A. Tahap I
1. Back To Ashalah
    Yaitu kembali ke orisinalitas dengan dinamika dakwah secara global dan DK kontemporer. Kembali ke nilai-nilai esensial 5 hal utama : Islam, tarbiyah, dakwah, fiqh dakwah, manhaj dakwah.
2. Menghapus Trauma Persepsi
    Trauma ini membuat tak dewasa :
a. merasa superior
b. harus memimpin terus
c. Yang benar cuma kita
d. saat kita kalah, mak dakwah kalah
e. senang bersuuzhon
f. tidak mau kreatif
3. Komitmen dengan sikap terbaik
komitmen pada :
a. perjuangan hanya demi Allah SWT
b. Terhadap pilihan berjamaah
c. Saling melengkapi
d. Terhadap usaha pencarian jati diri
B. Tahap II
1. Membuka Kran Komunikasi yang Lebih Baik dan Kran Informasi yang Lebih Sehat
    Komunikasi yang baik terbentuk dari kedewasaan dan perasaan lapang, kemauan mendengar dan didengar, dan persiapan terhadap perubahan.
      Informasi sehat terbentuk dari keterbukaan, ketepatan, kecerdasan, tidak menyesatkan.
2. Melahirkan Kepemimpinan Baru bagi Dakwah Di Era Baru
      Regenerasi kepemimpinan DK :
a. visioner
b. kokoh dan solid
c. berkompeten
d. profesional
e. mengakar
f. dinamis-produktif.
3. Agent of Allah
     Berjuang untuk Allah, kader bergerak dan bertindak untuk Allah dan kejayaan Islam. Pertama, ADK sadar dalam ber-Islam, kemudian sadar dakwah, lalu tarbiyah. Pembinaan ini dilanjutkan dengan menumbuhkan cinta dan kebersamaan mereka dengan jamaah dakwah. Kader Allah SWT inilah para pemimpin dalam kehidupan.
4. Totalitas Kaderisasi
     Totalitas akan membuat kader mumpuni dan kemenangan DK. Kader2 yang militan dan ksatria, pantas, menjanjikan, berkualitas, akan menjanjikan kemenangan bagi DK.
   Kaderisasi ADK fokus pada kaderisasi keimanan, keislaman, dakwah dan tarbiyah, jasadiah, maknawiyah, fikriah, ruhiyah, sosial dan kemasyarakatan, keilmiahan, perpolitikan, dan pergerakan. Termasuk pula peminaan kejamaahn, keorganisasian, pemerintahan, dan kepemimpinan.
    Totalitas meliputi perhatian, perencanaan, pengerjaan, kontrol, dan evaluasi.

BAB 3. Pembaruan Dakwah Kampus
A. Dakwah Prestatif
     Keilmuwan adalah lahan subur untuk mewujudkannya. Diartikan pula sebagai DK yang berprestasi di semua aspek kehidupan. Hal ini penting untuk membangun kehidupan umat yang lebih baik.

B. Creative Majority
     Untuk memperoleh kemenangan, diperlukan perjuangan dan pertahanan. Creative majority adalah format tepat karena merupakan tim elite strategis yang dapat diandalkan, memiliki kelebihan mumpuni, dan banyak jumlah.

C. Dakwah Kaya
     Kekayaan hakiki adalah yang di dalam hati, tersembunyi di dada, merasuk dalam jiwa, memenuhi dengan pancaran cahaya keyakinan, meneranginya dengan pesona kilauan kemegahan iman, membuatnya senantiasa dalam ketentraman dan kenyamanan.
     Kaya pada DK adalah kaya ide, kreatif, harapan, inovatif, wawasan dan ilmu, kaya hati, financial, kader, jaringan, dan amal.
     Kemiskinan yang harus ditinggalkan : miskin hati, miskin intelektual, miskin cinta dan budi pekerti, miskin amal, miskin materi.

D. Ketokohan Sosial
     Ketokohan sosial = kiprah terbaik + kapasitas terbaik. Kiprah terbaik pada 3 agenda besar : pelayanan umat, memimpin perubahan, penyelamatan umat dan potensinya.

E. Kepemimpinan Sejati
    Q.S As Sajdah : 24, bahwa sebuah kepemimpinan akan tercapa melalui kesabaran dan keyakinan. Rumus Kepemimpina Sejati (KS2),
KS2= KS + P + ( DKp + DKcm + DKk + MjH)
ket.
KS2 : kepemimpinan sejati
KS : ketokohan sosial
P : kepemimpinan mumpuni
DKp : dakwah prestatif
DKcm : dakwah creative majority
DKk : dakwah kaya
MjH : kiprah mujahidah DK berkualitas.

1. Rekomendasi 1 : format kepemimpinan DK tangguh, antara lain : sehat, bermanfaat, cerdas, solutif, gaul, dan profesional
2. Rekomendasi 2 : format LDK tangguh

F. Maksimalisasi Kiprah Mujahidah DK
1. Kiprah Mujahidah dalam Kancah Dakwah Kerohanian Kampus
2. Meminang bunga-bunga haraki

BAB 4. Kemenangan Dakwah Kampus
A. Menuju Kemenangan Dakwah Kampus
     Sebuah cita-cita besar dari jiwa-jiwa besar.  Q.S At Taubah : 32, bahwa kemenangan DK adalah sebuah keniscayaan. Kemenangan ini terjadi pada tataran ideologis, strategis, taktis, dan teknis. Kemenangan bercirikan penguasaan DK atas kampus, penerimaan masyarakat kampus terhadap dakwah yang digulirkan, dipermudahnya dakwah dari semua elemen terkait, dan setiap pihak terbiasa mendengar senandung dakwah yang DK mainkan.

B. Sejenak, Lalu Berlarilah
     Sejenak yang menentukan, berkekuatan, untuk merenung, berpikir, membayangkan, bertafakur, untuk mengambil pilihan, untuk memperoleh energi baru untuk berlari.
     Berlari untuk tahu siapa yang kita hadapi, berlari adalah simbol keberadaan.
     Sejenak adalah masa untuk membuat termantapkan, sedangkan berlari adalah saat di mana semua termanfaatkan. Berlari untuk mengejar kemenangan.


C. Menangkap Sejarah
    Yaitu menangkap momentum :
1. Hanya dapat ditangkap kecerdasan manusia
2. Dengan sikap proaktif
3. Membaca karakter zaman

D. Semangat Zaman
   Yaitu ciri zaman. Menjadikannya ada, sumber energi. Muncul dari kepemimpinan yang menguasai zaman, dari perempuan yang penuh kasih sayang, serta melahirkan : karakter perlawanan dari sebuah zaman, energi perjuangan, dan momentum kepahlawanan.

E. Hidup adalah Tantangan
    Dibutuhkan keberanian untuk menerimanya. Kekuatan untuk melewatinya, yang ia hadir bersama kesabaran. Tantangan untuk menang.

F. Sebuah Perlawanan
  Perlawanan melahirkan harapan, jawaban, kebebasan (Ar Ra'd : 11). Perlawanan ini termanajemen, merujuk pada 3 hakikat dakwah : hikmah, nasihat yang baik, dan berdebat dengan cara yang lebih baik.

G. Totalitas Perjuangan
    Kemengan akan diraih dengan totalitas : perhatian, pengorbanan, keberanian, tanggungjawab, keinginan, perasaan, cinta, hidup, dsb. Jadi ia adalah hal wajib, perwujudan dari keikhlasan, energi yang tak pernah habis.

H. Cinta Kemenangan
   Sumber dari kemenangan, emdatangkan keberanian, kesabaran pengorbanan, dan tanggungjawab. memberikan harapan hidup, optimisme, dan kepercayaan diri. Berjuang dan bertahan.

I. Hakikat Kemenangan
    Kemenangan berasal dari Allah SWT, hak-Nya, milik-Nya. Kemenangan adalah ujian, dan ia yang hakiki adalah kemenangan Ilahi. Ia juga mahal, dan untuk mencapainya tidak mudah, ada syarat-syaratnya : kesabaran, perjuangan, pengorbanan, rasa tanggung jawab, cinta, dan keberanian.

J. Sumber Kemenangan
    Yaitu : pertolongan Allah SWT, mengikuti Al Quran dan As Sunnah, pribadi yang kokoh, jamaah satu hati, dan mengenal medan dan orang.

K. Energi Kemengan
     Adalah dorongan dahsyat yang muncul dari dalam untuk kemudian memuntahkan kemenangan.
Sumbernya : 2 kalimat syahadat, hati yang hidup, perasaan bergelora, pikiran jernih, tubuh kuat dan sehat, kekayaan yang mengayakan, kekuasaan, wanita shalihah, ilmu bermanfaat, teman-teman shaleh, mutiara ibadah.

L. Melenyapkan Rintangan Kemenangan
1. Masalah, urgensi : menghapus dosa, mengabulkan soa, membuka teka-teki, sumber motivasi, sumber inspirasi, sumber penempaan diri, menjadi pengingat dan penjaga.
2. Mengalahkan diri sendiri
3. Melawan Ketidakberdayaan
    Yaitu dengan cara keberanian, kepercayaan, kebersamaan. Kemudian dituntaskan dengan kekuatan akidah dan iman, persatuan dan persaudaraan, kekuatan senjata.
4. Tak ada tempat untuk pesimistis.
5. Memberi yang terbaik, bercirikan sebagus-bagusnya, sebanyak-banyaknya, tidak pilah-pilih.

M. Hakikat Kekalahan
    Ia dalah kekalahan pada kelapangan hati. Gagal itu tidak hadir selama ada kesabaran, tidak memutuskan untuk berhenti, ada hari esok untuk mencoba lagi, sebagai umpan balik memfokuskan usaha selanjutnya, menjadikannya bagian dari pengalaman, menjadi jalan menuju kemenangan, selama kita mengangga ia bukan keabadian.

N. Kemenangan Palsu
     Yaitu kemenangan rapuh, lemah, bukan berasal dari ruh kebenaran. Kemenangan yang tidak dipersembahkan untuk Allah SWT.

O. Jebakan Kemenangan
    Yaitu : Kesalahan dlam mempersepsikan sumber kemenangan, jebakan pandangan, kesombongan, cinta buta, kelalaian, gila kemenangan. Hadapi semua ini dengan kehati-hatian.

P. Di Puncak Kejayaan
    3 sikap jiwa untuk pemenang : kezuhudan, kedermawanan, ketawadhuan.

Q. Kemenangan dakwah Kampus
1. Terwujudnya masyarakat kampus madani
2. Terwujudnya pemerintahan kampus berdaulat.

BAB 5. Cahaya Di Tengah Badai  
Untuk melintasi badai : keberanian meliantas, kesadaran, para kader yang berkualifikasi.

A. Memasuki dunia para penuntas mimpi. Ciri-ciri potensi para penuntas mimpi : kesadaran, keyakinan, cita-cita yang hidup, kepahlawanan.

B. Cahaya di tengah badai. Para pelintas badai adalah mereka yang berhasil menjadi kader terbaik dan memasuki dunia penuntas mimpi. Kunci Kemunculan : tarbiyah sehat, tumbuhnya rasa kepahawanan dalam kehidupan DK. #